REKONSTRUKSI EKOSISTEM PENDIDIKAN PENTAHELIX DALAM PERSPEKTIF KI HAJAR DEWANTARA: SINERGI AKADEMIA, BISNIS, KOMUNITAS, PEMERINTAH, DAN MEDIA
Keywords:
Kata kunci: Pendidikan Pentahelix, Ki Hajar Dewantara, Ekosistem Pendidikan, Sistem Among, Kemandirian Pendidikan.Abstract
Pendekatan Pentahelix telah menjadi narasi dominan dalam pengembangan inovasi dan pendidikan modern yang menggabungkan lima elemen: Akademia, Bisnis, Komunitas, Pemerintah, dan Media. Namun, implementasi konsep ini seringkali terjebak pada pragmatisme kolaborasi tanpa landasan filosofis yang kuat dalam konteks ke-Indonesiaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis ekosistem pendidikan Pentahelix melalui perspektif pemikiran Ki Hajar Dewantara (KHD). Fokus kajian mencakup pemetaan konsep Trilogi Kepemimpinan, Sistem Among, dan Pancadarma KHD ke dalam dinamika interaksi lima elemen Pentahelix. Metode yang digunakan adalah studi pustaka kualitatif dengan analisis hermeneutik-filosofis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjuangan KHD mendirikan Taman Siswa adalah bentuk praksis Pentahelix historis. Konsep "Tri Pusat Pendidikan" KHD menjadi cikal bakal ekosistem kolaboratif yang mengintegrasikan Akademia (sekolah), Komunitas (keluarga/masyarakat), dan Pemerintah (negara). Filsafat "Tut Wuri Handayani" direkonstruksi sebagai peran Media dan masyarakat sipil dalam mengawasi dan memberdayakan, sementara kemandirian ekonomi Taman Siswa merepresentasikan elemen Bisnis dalam ekosistem pendidikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemikiran KHD menawarkan manajemen ekosistem pendidikan yang holistik, di mana nilai kebangsaan dan kemanusiaan menjadi perekat utama sinergi Pentahelix.
