MANAJEMEN PENILAIAN AUTENTIK DALAM EKOSISTEM PENTAHELIX: MENGUKUR DAMPAK DEEP LEARNING PADA KOMPETENSI DAN AKHLAK PESERTA DIDIK
Keywords:
Kata kunci: penilaian autentik; asesmen kolaboratif; deep learning assessment; muhasabah pembelajaran; tata kelola penilaian.Abstract
Paradigma deep learning dalam Kurikulum Merdeka menuntut pergeseran penilaian dari sekadar mengukur hafalan kognitif menuju asesmen autentik yang mampu menangkap kompetensi kompleks dan karakter. Namun, praktik penilaian di madrasah masih didominasi oleh teacher-centered assessment, yang seringkali subjektif terutama dalam mengukur dimensi afektif (akhlak). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen penilaian autentik dalam ekosistem Pentahelix yang melibatkan kolaborasi multi-pemangku kepentingan untuk mengukur dampak deep learning. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus ganda (multi-case study) pada dua Madrasah Aliyah Penggerak di Indonesia. Subjek penelitian meliputi tim kurikulum, guru asesmen, praktisi industri, dan tokoh komunitas yang terlibat dalam proses penilaian. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, focus group discussion (FGD) tentang standar penilaian, dan analisis rubrik asesmen kolaboratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen penilaian autentik yang efektif dibangun melalui tiga pilar: (1) kesepakatan bersama standar kompetensi, (2) triangulasi penilai (guru, praktisi, komunitas), dan (3) mekanisme feedback loop yang komprehensif. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi konsep muhasabah (introspeksi diri) dalam siklus asesmen meningkatkan validitas penilaian akhlak dan mendorong pembentukan karakter peserta didik secara otentik.
